BANDUNG – Lanskap properti di Kota Bandung dan sekitarnya mengalami pergeseran signifikan memasuki paruh kedua tahun 2025. Kawasan Bandung Timur (Gedebage, Cileunyi) dan Bandung Selatan (Buahbatu, Bojongsoang) kini menjadi primadona baru bagi para investor dan pencari rumah pertama, menggeser dominasi kawasan Bandung Utara yang semakin jenuh.
Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan Jabar, Hendra Kusuma, mengungkapkan bahwa lonjakan ini didorong oleh aksesibilitas yang semakin mudah.

“Kehadiran stasiun Whoosh di Tegalluar dan akses tol Cisumdawu membuat Bandung Timur sangat seksi. Orang yang bekerja di Jakarta kini berani membeli rumah di area ini karena waktu tempuh yang singkat. Kami mencatat kenaikan permintaan hingga 40% year-on-year,” ujar Hendra dalam acara Bandung Property Expo, Senin (11/12).
Data menunjukkan bahwa hunian tapak (landed house) dengan kisaran harga Rp600 juta hingga Rp1,2 miliar menjadi segmen yang paling cepat terserap pasar. Pengembang kini berlomba-lomba menawarkan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan perumahan dengan akses transportasi publik.
Meski demikian, pengamat properti mengingatkan calon pembeli untuk tetap waspada terhadap potensi banjir di beberapa titik cekungan Bandung sebelum memutuskan untuk berinvestasi.